Minggu, 05 Agustus 2012

Gotta Start Working Again

Out of the blue, in a quite hot night of august, while I was staring on an ipad my girl showed me *forcefully* she was playing, a thought occured to me: I had stayed at home too long. We just moved to a new home and I had pretty much done everything by myself. Not that it's a very great thing or anything but the last 2 and a half weeks kicked me in the butt and got my lazy ass up.

I've always been secretly melancholic. People must see me as a cheerful and a bit outgoing person, the closest find me funny too. One or two know I'm this geek who writes poems and stuff on my diary, remembers every lyric, watches action movies and crying over the drama *geez*. During the last moment of my college years, I met some friends who shared the same fondness for books of particular genre, poem writing, and stuff. They found me inspirational and I really didn't mind the compliment. The stuff was my aspiration.

Jumping to the present. Me, a stay at home mom of a 17 month old girl. The last time I read a novel must be around two years ago, and writing? I can write?? I feel like I've always been like this. No hobby, no special skill, sometimes no degree. Have I made my self dumber? The friend I mentioned above texted me a couple of weeks ago to say hi and I was kinda scared she was going to bring up a conversation involving new movies, books, as I would've had no idea about those. Thank god she didn't.

A lightning stroke me; "I'm an ordinary person", and I've always hated being that. But a month ago I had a chat with my elder sister. We talked about kids and she said she doubted if she could be a good mother (she's not married yet, but soon), as she couldn't think of any better thing a mother could do than what I'd done to my girl *tears*. Of course I didn't show her the tears. But she didn't know how much what she said meant to me and my ego. And also I never knew she saw me like that. I felt so honored and proud. I didn't want her to know what had been bothering me, because she always thought I was a smart and confident girl who gave the fullest to what I was doing. She would either be disappointed I changed or be angry I gave up, and I didn't want both. And hey, yes I'm still that person. I know my aspiration changed a bit but not my spirit. I like to kinda give speech to my friends and family, be it about cosmetics or products I think are good, or about a new knowledge, and they tend to finally use/believe the same products I "advertise".

Since I got pregnant, I've read everything there is to read and I can say there's almost nothing about pregnancy, kids and baby stuff I don't know of. Many women do this too, but many don't, and that's enough of a great deal. I'm something with extra 

Back to what I stated on the first paragraph, I know I'm good as a mom, but not too good a stay at home mom IF too long *grin*. Often, while washing clothes or mopping the floor, I thought, "Shouldn't I be inspiring people somewhere?" Also the fact that I can write this long proves I need something to do.

Cheers.

Selasa, 22 Mei 2012

Girls' Night Out

So my sister, Nina, texted mom and I to come meet her at the mall and watch The Avengers. As much as I wanted to watch too, I can't. Oh well, someday...!  But I decided to come rather than spending the afternoon at home, which I regretted partly because I needed double energy and pair of handsss! However, my girl could have fun (I think), and that matters.

A bit anxious when Nina and mom got into the theater. Didn't quite plan what we were doing in the next two hours. We started with walking around, which maybe was not a very right decision. Look what we were stuck on.

Excitement stare


After minutes of waiting for her hysteria to fade away (which was useless), I lifted her (with effort!) and went somewhere far from that heaven of hers. After going around aimlessly, I remembered we could go to Fun World *grin*. I wouldn't have to carry her *my back pained ouch* and she could have fun there too. When we got there her eyes were dreamy. She pointed here and there, couldn't decide where to go first, until we found cars of cartoon characters, a few of which were her favorites *hurray*. Recently Nikki found out she's in love with Hello Kitty too *aaw*. So we decided to play with the kitty first :)


Then across there was Doraemon, her favorite too *hugs*.


Then we tried a carousel. It looked cute, until I swipe the game card and it turned on, some melody of what was like those in horror movies were played. I tried to smile and laugh at her to cheer her up but she didn't move.


And when the music stopped she almost cried and asked me to lift her :D

I got so tired, didn't know about her, but she didn't complain. Afterwards I took her to sit at JCo to enjoy some frozen yogurt.






Oh mama, this 10 kilo of full power got my energy run out so fast, LOL. But it was something to see your unstoppable smiles and laughs and excited shrieks. I really hope you had a great time, love :)

Life's fun :)

Kamis, 08 Maret 2012

Mam Nasi Tim, Akhirnyaa....

Enam hari menjelang Nikki setaun baru coba bikin nasi tim. Soalnya selama ini rada bingung sama pengertian nasi tim, cara buatnya, dan apa bedanya gitu sama nasi yg dibikin lembek aja. Terinspirasi waktu kemaren ini liat2 resep, rencananya pengen buat makan sendiri, eh tapi kepikiran juga, kenapa ga coba buat Nikki juga ;p

Selama ini sejak Nikki kira2 umur 9 bulan, aku kasih dia nasi yg dibejeg-bejeg (sangat ga artistik ya namanya, ckck). Asal mulanya karena aku liat dia koq udah males sih makan bubur. Kalo disuapin buka mulutnya setengah, fiuhh.... Suatu hari waktu lagi makan siang bareng, iseng2 aja kasih Nikki makan nasi dari piring sayah, karena dia koq kayanya kepengen, eh malah mangap gede. Tapi perasaan mau kasih nasi masih ragu, abisnya dia belom ada gigi geraham buat ngunyah, jadi mulai besoknya coba kasih nasi yg dipencet-pencet pake sendok, dan mau.... :)

Tapiiii, lama2 bosen juga tiap hari bejegin nasi haha. Tiap sebelom masak selalu mikir mau coba yang lain ah... Pernah coba bikin pastel tutup, yah so-so aja sih, Nikki makannya memang ga banyak :( Dan kadang2 kalo liat dia mam nasi bejeg itu koq kaya bukan dikunyah nasinya tapi dihisap2 gitu, kaya lagi mam permen. Baca di blog orang anaknya udah pada mam nasi sih umur segitu. Ya sudah langsung bertekad deh bikin nasi tim.

Langsung aja, berikut ini lah yang sayah masak:

Nasi Tim Ayam Tomat
Bahan:
Filet ayam dicincang, campurin maizena dikit biar ga pera
Air
Tomat
Bawang Putih
Tulang ayam secukupnya untuk dibikin kaldu

Cara:
- Tumis bawang putih dan ayam sampai ayam terpisah2 kecil2, lalu masukkan air secukupnya untuk lunakin ayam, setelah air surut n ayam lunak matikan kompor.
- Tomat cemplungin ke air panas 3 detik, angkat trus kupas kulitnya, potong2 dadu, campurkan ke bahan ayam.
- Tata masakan ayam ke mangkok kecil di lapisan dasar mangkok, lalu sendokkan nasi ke atas lapisan ayam, sambil agak ditekan2 biar rata n padat.
- Tuang kaldu ayam sampai kira2 menutupi seperempat susunan ayam+nasi.
- Masukkan mangkok ke dalam panci yang berisi sedikit air, masukkan mangkok kecil dalam panci, masak lagi kira2 15 menit atau sampai nasi lembek.

* Resep ini dasarnya aja, bisa dimodifikasi tambahin jamur, jahe, atau pakai daging lain.
* Kalo di resep aslinya, nasi dimasak dulu pakai air kaldu, hehe ini sistem cepat. Tapi rasa nasinya ternyata ngaldu banget koq, ga seperti perkiraan sebelumnya. Karena pernah coba masak nasi ayam pake rice cooker, nasinya tawar. Nasinya walau keliatannya butirannya masih utuh, tapi lembut bgt, cpt hancur pas dikunyah Nikki.
* Nasi tim bisa dihidangkan dengan kuah. Kaldu ayam ditambahin sawi hijau, trus ditaburin bawang putih goreng atau dimasukin bawang putih cincang waktu rebus sayur, trus masukin minyak wijen sedikit.


Our Home: Starting Construction :)

Horeee, setelah kira2 6 bulan beli rumah, akhirnya mulai renov juga *lap peluh*. Rumah mungil kami berlokasi di Graha Raya Bintaro, belakangnya Alam Sutera. Tanggal tepatnya mulai direnov itu hari Minggu, 4 Maret 2012, perkiraan 2-3 bulan kelar :D

Dari saat abis beli rumah sampe akhirnya mulai dibangun, mikir terus, udah mau dibangun, udah mau dibangun... Setelah lewat 1 bulan, 2 bulan, 3 bulannnnn, sampe lupaaa udah punya rumah sendiri huhu. Tadinya punya rencana mau ngerayain ultah pertama Nikki di rumah baru n ngundang emak2 bawel sekalian housewarming gituh, tapi ga kesampean deh. Gapapa, kan masih ada ultah2 berikutnya *menenangkan diri sendiri*.

Rumahku, semoga cepet kelar ya kamu dibangunnya, ga sabaran mau ngeliat wujud makeover-mu :)

Ini dia wujud BEFORE rumah mungil kami:


Selasa, 31 Januari 2012

At 10,5 month: Should I night wean my baby daughter?

Kira-kira 1 minggu yang lalu ga sengaja baca post artikel night weaning. Baru tau ternyata banyak yang ngalamin yang aku alamin. Nikki udah 10 bulan lebih tapi masih breastfeed malam, lebih dari 5x *lap peluh*. Katanya standarnya umur segitu at least 1x nyusu sampe pagi, wow senangnyaaa kalo itu terjadi hehe. Bingung gimana bisa, secara Nikki setiap 2 jam (atau kurang) bakal bangun n nangis kaya anak kejedot, alias kejer, dan selama ini yang manjur cuma disusuin.

Baca punya baca artikel itu, cara untuk night wean adalah: coba tenangin baby dengan cara lain selain nyusu, misalnya tepok2in; kalau co-sleep dengan baby, mamanya bobo ga di sebelah baby tapi papanya dan kalau nangis papanya yang ambil alih tenangin. Huhu 3 hari dicoba ga berhasil sekalipun. Ujung2nya aku pindah ke sebelah dia dan langsung sodorin mik.

Tapi setiap hari terus mikirrrr dan berharap Nikki bisa mik malam sewajarnya anak umur segitu ;(

Sampai hari ini...
Habis Nikki bobo jam setengah 8, aku nyalain komputer untuk ngetik (baca: sibuk main dulu). baru 15 menit Nikki bangun, nangis sambil guling2 setengah kasur, akhirnya nyusu, trus bobo. 15 menit kemudian, deja vuuu...! Bangun, kucek2 mata terus sambil nangis2. Terus kepikiran tadi habis main sore trus bobo ga cuci tangan, apa kegatelan matanya ya?? Jadi kita cuci tangan dulu, terus balik ke ranjang. Aku bertekad berusaha boboin tanpa mimik (kejammm). Atur bantal dipepetin kanan kiri Nikki, terus dimpok2in. Dia masih bolak balik kiri-kanan, tapi ga nangis. Lumayan kemajuan. Terusss, kepikiran aku ngambil guling pooh dia (Nikki ga tau gimana bisa senengggg banget karakter kartun, kalo ketemu langsung mau kiss. tapi yang paling dia sayang adalah pooh) yang langsung dipeluk sambil bengong. Wah, ngeliat peluang emas, aku makin getol pok2in dia sambil ssshush shussh shussh. Dannnn, Nikki bobo dalam 5 menit *huggg*. Tanpa mimik, horeee. Terus aku balik ke komputer n mulai ngetik lagi. 1 jam kemudian mulai deh dia resah sampe akhirnya merengek terus duduk. Tetep lumayan soalnya ga nangis kenceng. Aku coba tepokin tapi dia ngga mau. Kugendong terus kasih mik air putih dari straw bottle, yang hebatnya dia minum cukup byk. Habis itu coba dimpok2in lagi, ehhhhhhhh bobo.... hueeeeee..... antara bangga dan sedih. Gimanaa..... gimana kalo berhasil? *ini gimana sih berhasil koq malah sedih*. Langsung deh pikiran melayang jauh ke saat bener2 wean dia nanti :((, sanggup ga ya. 1 menit Nikki bobo terus aku taro balik ke ranjang. Pas dia buka mata, aku bilang, "Ini Pooh," terus dia peluk Poohnya dan tidur lagi. Meweeekkkk...... Babyku udah gede ;'(. Semoga malam ini awalnya kamu tambah pinter n gede yaa. Mami loves u very much.



** standar baby umur 10 bulan ke atas memang 1x breastfeed tengah malam, tapi bukan berarti harus. Untuk mama yang enjoy aja berapa kalipun nyusuin tengah malam, silakan lanjut, pada akhirnya baby akan belajar untuk tidur sepanjang malam koq. Tapi untuk mereka yang mengalami kelelahan atau mau memulai night weaning, silakan juga :). Artikel lengkapnya bisa disearch di google.

Kamis, 01 Desember 2011

Greget Dunia Ibu

Nicole sekarang udah 8,5 bulan. Anak yg sehat (pernah 2x batpil) dan aktif. Nyusu asix selama 6 bulan, mulai mpasi rumahan umur 6 sampai skr, no instant food, no gula + garam. Sempet pake dot ga lebih dari 5x, semenjak 6 bln mnm jus/air pake gelas n baru 2 mingguan minum pake gelas sedotan (and she's quite good :D). Bisa duduk 7 bulanan, berdiri jalan 7 bulan, skr lagi penasaran mau jalan kalo liat orang jalan. Merangkak oke, and no baby walker.

Bangga. Prestasi kita :)

Kasih asi? Gampanggg... *kayanya*. Murah, tinggal sodor. Tengah malem Nikki nangis? Tinggal nyusuin sambil boboan n merem. Pergi ke mol bawaan sedikit. ... Mamah lagi ngambek sama papah? Asi ngurang. ... Mamah keausan? Sugesti, trus bikin asi nipis. Bunda harus pergi kerja? Mompa rutin sepanjang hari, kmn2 bawa tas isi pompa n botol asip. ... Baby baru lahir, asi belum keluar, baby nangis2, keluarga kasian liatnya, terpaksa sufor, asi tambah susah keluar, lanjut sufor terus. ... Nah, gampang ga yah ngASI?

Mulai MPASI, datang nasihat dari sana-sini. Mana yg didenger? Cari info sebanyak2nya di internet n buku. Cari akun2 fesbuk n twitter dokter, dokter anak, dll.

Nah mamas... Semua ibu pasti mau kasih yg terbaik buat anaknya, dan pasti punya standar sempurnanya sendiri. Kita pikir kita terbaik, tapi mama lain pake cara berbeda dan loh... mereka jg bilang itu yg terbaik/paling tepat. Baca2 berbagai forum, gabung di milis atau grup atau bahkan baca2 status mama2 di fesbuk/twitter, aku jadi sadar betapa sakitnya hati seorang ibu (ciee) kalo dikomentarin hal negatif soal caranya ngasuh anak. Jadi mikir bahwa apapun keputusan yg mereka ambil buat anak, pasti udah melalui pertimbangan2, apapun keputusan itu, baik yg sesuai dgn standar IDAI/WHO atau apalah tuh singkatan yg resmi2.

Temen2 emak2 suka pada curhat dibilang gini gitu lah, harusnya gini/gitu, jangan gini/gitu, dsb. Yaaa, aku jg bilang, samaaa... Anak mik asi disuru campur sufor, anak mik sufor diributin suruh asi. Anak mpasi/mpsufor instan disuruh bikinin homemade, yg homemade disuruh instan... Nah loh... Pokonya kayanya ada aja yg salah dari seorang ibu muda *agak curcol* ;p

Anywayyyy...... Pelajaran yg diambil selama 8,5 bulan jadi mami.............: Mamah itu sensitip, hati2 bicara sama mereka. Mereka mungkin keliatan nerimo, tapi nanti mewek or ngambek :D. Inget aja bahwa ga ada ibu yg mau mencelakai anak semdiri, so never judge them (and me ;)).

Senin, 22 Agustus 2011

Motherhood Began

Juni 2010 - Maret 2011, sembilan bulan paling kaya yang pernah aku jalani. Segala perasaan yg pernah tercipta di muka bumi ini rasanya sempat dirasa--takut, sedih, senang, cemas, syukur, bangga, istimewa, nikmat, sakit, utuh, dan banyaaak lagi. Waktu perut masih rata, pingin buru2 besar, biar cepat keliat hamilnya, hehe. Begitu besar, pingin buru2 ngeliat dedek. Tapi entah kenapa masih ada rasa pingin terus hamil, mungkin antara senang diperhatiin sama parno lahiran ;p

Hampir setiap hari pas hamil, kerjaannya kalo ngga ngetik transletan, ya browsing melulu, baca2 segala hal mengenai baby. Hari Jumat tanggal 11 Maret 2011 masih janjian ketemu temen kuliah di TA, bawa mobil sendiri. Hari Sabtunya ke PS sama Nina (kakak) dan mami, pulangnya aku yg nyetir hihi. Nah hari Minggu dini hari, jam 1 pagi perut berasa mules. Mulai deh firasat mau lahiran (sejak 1 minggu yang lalunya, si dokter bilang udah bisa lahiran kapan aja. Dari situ, setiap berasa mules pikirannya mau lahiran terus). Ke kamar mandi nongkrong, gak taunya BAB setengah jam penuh. Setngah kepikiran mungkin memang bener BAB aja. Balik ke kamar, mules2 halus masih berasa, jadi semakin yakin bakal lahiran sebentar lagi. Mungkin karena grogi jadi pingin pipis terus, jadi pipis kira2 3x dan ga bisa tidur nyenyak. Jam 3 kebelet pipis lagi (dan setiap mau pipis selalu lihat kloset, nungguin flek darah), saat itulah pas liat ke bawah ada bercak. Bebiku, akhirnya kau datang jugaa... Balik ke kamar tapi ngga bangunin suami, karena mikir apa gunanya juga, nanti malah dia ga bisa tidur lagi. Tidur ayam sampai jam setengah lima, kebangun pipis lagi. Pas balik ke kamar, baru laporan. Nervous bangettt. Tapi karena udah baca2 dan konsultasi sama Ira (haha), selama kontraksi belum teratur dan pendek, santai2 aja dulu di rumah. Jadi kita balik tidur lagi, dan baru jam 9 ke RS, yang ternyata juga masih kecepetan.

Dicek di RS masih bukaan 2, disuruh suster jalan2. Jam 3 sore mami dan Nina sudah dateng, mami berdoa rosario. Kontraksi mulai tambah kenceng, aku cuma bisa meringkuk sambil atur napas, mata terpejam, bibir kering (uh masih inget rasanya). Mulai dari jam 5-6 sore kontraksi paling hebat. Sebisa mungkin konsentrasi di napas supaya ga ngeden, dan itu bagian paling sulit :( karena mulesnya ruarrr biasa. Tapi lucunya suster kagum karena aku keliatan nyantai katanya, kaya orang yang udah pengalaman. Yah, ngga tau yah sus itu udah mau pingsan hehe. Sebenernya aku berusaha tenang, ga mau bikin kepanikan, yang akhirnya akan buat aku tambah senewen lagi. Sebelum hari H aku udah wanti2 mami supaya ngga histeris nanti (karena riwayat mami yang suka histerisan). Jam 6 dokter dateng, ngeden 5x ga keluar2, episiotomi, bebi lahirrr :) Serius deh kalo dipikir sekarang ngeden tuh ga berasa sakit loh. Yang ampun2an itu mules dan dijahitnya.

Jam 6.24, my baby girl, Nicole Amaranth lahir.


Berat 3,255 kg panjang 50cm. Sekarang kita udah bertiga, dan aku udah jadi mama. Ngga ada perasaan lain di dunia ini yang bisa menandingi rasa bangga dan bahagianya. Kita berjuang sama2 ya... Mommy loves you :)